Minggu, 19 Januari 2020

TENTARA-TENTARA ALLAH ﷻ

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Assalamu’alaikum
13 Mei 2018. Mimpi ini dimulai dengan kekacauan di Pakistan, dan ada
banyak ketakutan di antara orang-orang. Sumber daya dan dana Pakistan
juga telah habis. Angkatan Darat tidak dapat melawan dan kita tidak tidak
tahu apakah negara ini akan bertahan atau tidak.

India memanfaatkan situasi kacau ini demi keuntungannya dengan membuka
berbagai front melawan Pakistan dan mulai membunuh orang-orang di
berbagai wilayah dalam jumlah besar.

Jumlah pasukan Pakistan sedikit dan mereka terus bergerak di sepanjang
perbatasan tetapi mereka tidak dapat mempertahankan seluruh perbatasan
secara efisien. Setiap orang Pakistan sedih atas kondisi Pakistan yang mengerikan.

Kemudian India membuka front agresif lain di suatu tempat dan tentara Pakistan dimobilisasi untuk mengatasi situasi. Aku hanya melihat dua helikopter di seluruh gudang tentara Pakistan.

Setelah melihat ini, aku berkata pada diriku sendiri bahwa situasi ini adalah interpretasi dari mimpiku sebelumnya; di mana aku melihat bahwa amunisi tentara Pakistan telah habis dan mereka hanya memiliki dua helikopter yang tersisa dan ada beberapa
amunisi milik kepala Angkatan Darat, dan ada mesin tipe tank besar di sisi
lain yang tidak hancur.

Pada kesempatan ini orang-orang mulai mengeluh kepada kepala Angkatan
Darat, “jika kepala Angkatan Darat telah percaya pada mimpi Qasim sebelum
ini, tentulah kami tidak akan menghadapi masalah ini.”

Kemudian orang-orang mulai berkata kepadaku, “Qasim, tolong lakukan sesuatu dan bawa kami keluar dari kesengsaraan ini.”
Melihat keadaan buruk itu, aku berkata, “sekarang sudah terlambat,
bagaimana aku bisa memperbaiki semua kekacauan ini?” Dan aku
mengabaikan apa yang dikatakan orang-orang kepadaku. Orang-orang
menjadi sangat putus asa sehingga tidak ada harapan untuk keluar dari
kondisi yang menyedihkan ini.
Kemudian India memulai operasi besar di beberapa tempat dan mulai
membunuh orang-orang Pakistan.

Mengenai hal ini Presiden AS berkata
kepada India, “Hentikan pembunuhan ini! Anda hanya diperintahkan untuk
mengendalikan Pakistan dan bukan membunuh!” Setelahnya, India
membatalkan operasi besar ini.
Aku menjadi sangat sedih melihat semua ini yang harus kami hadapi saat memilukan ini dan orang-orang Pakistan juga menjadi sangat sedih.

Sekali lagi orang-orang menoleh ke arah aku dan mencoba mendorongku untuk
melakukan sesuatu. Kepala Angkatan Darat juga berkata itu, “Qasim! Kami
salah, kami seharusnya mendengarkan Anda dalam keadaan apa pun dan
kami harus membuat rencana untuk menyelamatkan Pakistan.

Kami telah membuat kesalahan dan kami menyesal atas hal itu, tolong lakukan sesuatu dan bantu kami.”

Aku berkata, “tanpa bantuan dan rahmat Allah, aku tidak akan bisa melakukan apa-apa.” Pada titik ini aku mendapatkan perasaan yang kuat bahwa apapun yang akan minta, Allah ﷻ akan membuat itu terwujud dengan belas kasih-Nya.

Lalu aku menyebut asma Allah ﷻ dan berkata pada diriku sendiri bahwa mereka bahkan belum melihat tentara Allah, lalu aku berteriak memanggil.

Dan banyak jet tempur, mesin perang dan tank lain keluar dari bumi dan
India benar-benar terkesima saat melihat gudang itu.

Kemudian aku berkata bahwa dengan bantuan Allah ﷻ sekarang kita akan
mengakhiri semua jenis kegelapan dan tidak akan ada yang menghentikan kita.

TERBUNUHNYA NAWAZ SHARIF | KERUSUHAN DI DALAM PAKISTAN

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ


Assalamu’alaikum
4 Mei, 2018. Dalam mimpi ini aku melihat bahwa Nawaz Syarif, mantan
Perdana Menteri Pakistan, telah didiskualifikasi dan beliau mengadakan
perjumpaan besar di seluruh negeri dan memperjuangkan slogannya yang
terkenal, “mujhe kiyu nikala.”

Ia berkata, “mengapa Anda telah mendiskualifikasi saya? Ini adalah ketidakadilan dan ini bukan cara menjalankan sebuah negeri atau negara.

Aku menjadi target suatu makar yang disiapkan dengan matang tetapi aku tidak akan menyerah.”

Putrinya, Maryam Nawaz juga bersamanya dan turut membantah dengan cara yang sama. Banyak orang membuat penghinaan terhadap ucapan Nawaz Syarif dan mereka menertawai mereka.

Mereka juga menentang pendiriannya dan menyampaikan narasi balasan terhadapnya tetapi Nawaz Syarif masih tidak berhenti.

Kemudian aktivitas politik Nawaz Syarif mulai dibatasi dan ucapannya tidak
disiarkan (media). Banyak orang meninggalkan partai politiknya dan ini
menimbulkan lebih banyak masalah dan kesulitan untuknya. Karena ini, dia mendapat banyak tekanan mental dan tidak dapat memikirkan bagaimana cara keluar dari situasi yang sukar ini.

Nawaz Syarif terus kehilangan kekuatan tetapi dia terus memprotes, bahkan lebih dari sebelumnya.

Kemudian dia membatasi perlawanan hanya dari rumahnya dan mulai
merekam protesnya dari sana, yaitu bahwa, “ketidakadilan dilakukan
terhadapku.” Dia berkata tidak ada yang bisa menghentikanku! Dan lihat!
Walaupun aku duduk di rumah, aku masih mengirimkan pesanku ke seluruh
dunia. Dia berkata, “Mereka salah telah membatasi ruang gerakku.” Dan anak
perempuannya berdiri tegak di sampingnya sepanjang waktu dan
sepenuhnya mendukung pendiriannya.

Banyak orang menyuarakan perasaan mereka terhadap Nawaz Syarif dan
karena tekanan mental, kesehatannya mulai merosot.

Aku terus mengamati semua keadaan ini dan kemudian aku melihat Nawaz Syarif menuju ke kamarnya.
Anak perempuannya, Maryam Nawaz, sibuk menyebarkan pesan di internet.
Beberapa orang yang punya kuasa mengambil keuntungan dari situasi ini.
Kemudian aku melihat beberapa berandal datang ke rumah Nawaz Syarif.

Aku berkata kepada diriku pasti ada sesuatu yang salah dan aku mula berlari ke rumah Nawaz Syarif.

Ketika sampai di sana, aku mendapati beberapa berandal di satu sisi rumah
itu dan kemudian aku menggunakan pintu masuk lain untuk masuk ke dalam rumah. Ada ruangan besar di sana dan ia mengarah pada beberapa jalan berbeda. Aku mencari jalan menuju kamar Nawaz Syarif. Kemudian aku melihat beberapa tentara pasukan khusus datang dari satu sisi dan rasanya tentara itu juga coba membantu dan melindungi Nawaz Syarif.
Ketika melihat semua ini, aku berkata kepada diriku, “jika sesuatu terjadi
pada Nawaz Syarif, keadaan akan menjadi lepas kendali dan itulah sebabnya
tentara berada di sini untuk melindunginya.”
Tentara pasukan khusus juga menuju ke kamar Nawaz Syarif. Kemudian tiba-tiba muncul berita bahwa Nawaz Syarif telah meninggal dan setelah mendengar ini, aku berkata kepada diriku bahwa mungkin tentara itu terlambat tiba di tempat kejadian.

Setelah berjalan berkeliling, aku tiba di sebuah kamar besar di mana Maryam
Nawaz berada dan dia menangis dan berkata, “seseorang telah membunuh
ayahku.” Setelah melihat ini aku menyatakan turut berbela sungkawa atas kejadian itu karena itu benar-benar buruk.

Kemudian aku pergi dari sana, aku
lihat beberapa berandal tetapi aku berhasil melepaskan diri dari mereka.
Tetapi pada saat itu berita tentang kematian Nawaz Syarif tersebar di seluruh
negeri dan terdapat kekacauan di mana-mana.

Musuh-musuh Pakistan coba mengambil keuntungan dalam situasi itu dan
menyebarkan kerusuhan dan anarki di mana-mana, begitu banyak sehingga keadaan menjadi di luar kendali dan bahkan tentara tidak dapat mengendalikannya.

Pemandangan di dalam mimpi itu sangat menakutkan dan mengganggu.
Jika bencana menimpa Pakistan dan keadaan menjadi lebih parah maka
peristiwa-peristiwa itu akan berlaku seperti yang disampaikan lewat mimpiku. Dan jika orang-orang menyaksikan peristiwa-peristiwa itu berlaku persis seperti yang aku lihat dalam mimpiku dan aku sebarkan kepada mereka, mereka akan mulai mengikuti mimpi-mimpiku lebih banyak lagi dan mempercayai mimpi-mimpi itu.

KITA ADALAH UMAT NABI MUHAMMAD ﷺ YANG TERAKHIR

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Assalamu’alaikum!
Pada bulan Februari 2015, Allah ﷻ
berkata padaku dalam mimpi bahwa
“Qasim, kamu adalah orang terakhir, dari
umat Nabi Muhammad ﷺ yang akan
mati dimuka bumi ini.” Jadi, itu berarti
bahwa setelah kematianku, tidak akan
ada lagi muslim yang tersisa di bumi ini
dan hanya orang orang yang terburuk
yang tersisa di bumi setelah itu, dan hari
kiamat akan dikenakan pada mereka.

Sabtu, 18 Januari 2020

MASA DAMAI SETELAH TAHUN-TAHUN HURU-HARA

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Assalamu’alaikum
Dalam sebuah mimpi pada tanggal 31 Maret 2018, aku mendapati diriku
berada di dalam sebuah rumah yang terletak di Timur Tengah. Ini adalah
rumah yang sangat besar tetapi desainnya kuno. Ada banyak ruangan di rumah itu dan dindingnya dicat hijau.

Ada orang-orang di kamar-kamar di rumah ini, yang sibuk dengan pekerjaan mereka sendiri.
Aku berkata pada diri sendiri: apa yang aku lakukan di rumah ini?”
Aku berjalan di dalam rumah dan aku melihat ada jendela di salah satu kamar
yang terbuka ke arah luar. Di sana aku melihat seorang anak yang berusia
sekitar 12 tahun dan dia melihat sesuatu di luar melalui jendela itu.
Aku juga melihat keluar melalui jendela ini. Aku melihat sebuah rumah di kejauhan.
Rumah ini sangat modern dan terlihat seperti bangunan besar dan ada
banyak orang di sana.

Seorang pria memiliki mobil merah dan dia mengendarainya di sana. Aku merasa seperti pria ini adalah kepala rumah tangga.
Dia mengendarai mobil dan melakukan aksi yang berbeda-beda.
Orang-orang di sekitarnya memujinya saat melihat atraksinya. Pria itu sebenarnya
melakukan aksi yang cukup bagus.

Ketika aku mulai berjalan menuju ruangan
lain, anak yang berdiri di dekatku datang berlari ke arahku dan menyapa aku
dan memberitahu aku namanya dan aku menyambutnya kembali.
Dia berkata kepadaku, “apakah kamu melihat seberapa hebat pria itu
mengendarai mobil?” Aku berkata kepadanya, “ya, aku melihatnya” Ini adalah hobi orang kaya. Dia memiliki mobil dan area yang luas sehingga dia melakukan aksi yang hebat.

Kemudian anak itu berkata kepadaku, “bisakah Anda bermain kriket denganku? Aku memiliki tongkat dan bola. Aku
menjawab, “ya, mengapa tidak!”
Saat itu ibunya memanggilnya dari kamar lain dan berkata kepadanya.

Pertama selesaikan dulu pekerjaan sekolahmu lalu mainlah setelahnya.”
Kemudian anak itu berkata kepadaku, “tolong tunggu di sini aku akan
menyelesaikan pekerjaan rumah aku dan juga membawa tongkat dan bola
saat aku kembali.”

Aku berkata kepadanya, tidak apa-apa aku akan menunggu di sini! Lalu tiba�tiba ada sesuatu yang muncul di benakku. Aku berjalan ke jendela lagi dan mulai menonton pria dengan mobil merah itu.
Setelah beberapa waktu, pria lain mendekati jendela dan mulai menonton aksi mobil. Aku melihat rumah modern itu dan dibangun dengan kuat dan terlihat sangat bagus dari sana. Pria dengan mobil merah itu berteriak dengan bangga, “lihat! Aku melakukan aksi yang bagus.”

Lalu tiba-tiba aku mendengar suara aneh dari dasar tembok rumah itu dan bumi di sekeliling mereka mulai tenggelam. Dinding rumah juga mulai runtuh setelah itu.

Setelah melihat ini, aku katakan pada pria yang berdiri di sebelahku. “Lihat!”
Bumi mulai tenggelam dari sana dan dindingnya juga runtuh. Dia terkejut
melihat ini dan berkata, “bagaimana ini bisa terjadi? Rumah itu sangat kuat!”
Aku berkata, “ya tapi aku khawatir bagaimana jika puing-puing dari dinding
rumah itu jatuh ke rumah kita dan merusaknya.” Dia menjawab, “tidak, itu
tidak mungkin. Rumah itu jauh sekali, bahkan jika temboknya runtuh, puing-puing tidak akan sampai di sini.”

Kemudian aku melihat bahwa bumi di depan rumah itu mulai tenggelam dan
satu dinding bagian samping runtuh.

Tanah mulai tenggelam dengan sangat cepat tetapi orang-orang di sekitarnya tidak memperhatikan hal itu. Mereka
sibuk menyaksikan aksi pria dengan mobil merah itu. Bahkan pria itu sendiri
juga tidak memperhatikan keadaan itu.
Aku berkata pada diri sendiri, “tanah di bawah rumah ini tenggelam dan
orang-orang ini lalai dari itu dan mereka sibuk dengan memuji orang itu.”
Lalu tiba-tiba lelaki itu memutar mobilnya menuju area parkir. Tanah sudah
tenggelam dengan sangat cepat dan beberapa orang yang memuji laki-laki itu
juga tertelan bumi. Yang lain mulai berteriak ketika mereka menyadari mereka sedang tenggelam ke dalam bumi.
Karena dinding yang runtuh dan bumi yang tenggelam, ada banyak debu di
sana. Begitu orang itu mencapai tempat parkir dan dia akan memarkir mobil.
Tanah tenggelam dan pria itu tenggelam sangat dalam dengan mobilnya.
Setelah melihat ini, aku menjadi sangat sedih. Aku bertanya kepada pria di
sebelahku, “apakah menurutmu pria itu masih hidup?” Dia berkata, “tidak,
dia pasti sudah mati.”
Aku berkata, “ya, setelah dikubur di bawah begitu banyak tanah, dia pasti mati karena lemas.” Saat melihat kejadian mengerikan ini, aku berkata, “aku harus pergi ke luar dan memperingatkan orang-orang itu untuk keluar dari sana karena rumah itu runtuh.

Pada saat aku keluar, bumi mulai tenggelam lebih cepat dan banyak kerusakan terjadi di rumah itu karena ini.
Kemudian bumi terus tenggelam
sampai mencapai rumah di mana aku berada. Tanah di bawah salah satu
dinding rumah ini juga tenggelam dan dindingnya pun runtuh. Kemudian
salah satu kamar di rumah ini juga ambruk dan menciptakan debu di sekitarnya.
Aku menjadi khawatir karena musibah ini telah sampai di sini juga dan apa
yang akan terjadi selanjutnya? Tiba-tiba bumi berhenti tenggelam di dekat pintu masuk utama rumah ini. Ia hanya tenggelam sampai di depan sana dan setelah itu ia berhenti. Karena itu orang-orang di rumah itu bisa keluar.
Aku mengucapkan syukur kepada Allah ﷻ karena bumi telah berhenti tenggelam di sana. Ketika aku melihat tanah yang tenggelam, ternyata jarak
semua tanah yang tenggelam sama dari rumah itu.
Aku melihat beberapa potongan besi di tanah yang tenggelam dan ada pola
serupa di tanah itu. Ia terpotong dengan rapi mengikuti sebuah garis seolah�olah dibalik ini semua, ada seseorang yang meruntuh rumah-rumah ini
dengan perencanaan yang tepat.
Kemudian aku berpikir bahwa aku harus cepat-cepat. Aku berlari ke arah
dalam dan berteriak. “Keluar dari rumah ini karena bumi di bawah rumah ini
akan tenggelam!” Beberapa orang mendengarkan aku dan mereka membawa
barang-barang mereka dan mulai pergi keluar. Kemudian aku menyadari
bahwa beberapa barang aku juga ada di sana. Aku segera menuju kamar
untuk mengambil barang-barangku.
Setelah melihat mereka, aku mendapatkan perasaan bahwa aku mendapatkan semua ini dari Allah ﷻ. Setelah mengambil barang-barangku,
aku memikirkan anak itu dan aku pergi dan menemuinya di salah satu kamar.

Aku berkata kepadanya untuk keluar dari sana karena rumah ini akan runtuh.
Dia dan keluarganya mengambil barang-barang mereka dan berlari ke luar.

Bumi yang tenggelam masih berhenti di dekat pintu utama tetapi bumi mulai
tenggelam dari sisi lain rumah dan ada kehancuran di sekitarnya.

Setelah mengevakuasi rumah itu, orang-orang bertanya kepadaku, “apa yang
harus kita lakukan sekarang dan ke mana kita bisa pergi?” Aku berkata
kepada mereka, “jangan khawatir dan aku menunjuk ke arah timur dan memberitahu mereka untuk pergi ke arah itu.”

“Ada sungai kecil di jalan. Setelah menyeberangi sungai, kamu akan melihat
rumah lain, kamu bisa pergi ke rumah itu.” Orang-orang itu mulai berjalan ke
arah itu. Aku juga membawa barang-barangku dengan aku dan aku tidak
pernah meletakkannya. Aku berkata pada diri sendiri, “apa jadinya jika aku
meletakkannya di suatu tempat dan melupakannya atau ia terkubur.” Oleh
karena itu aku membawa barang-barang aku sepanjang waktu. Aku masuk ke
dalam rumah lagi dan membawa lebih banyak orang keluar.

Ketika aku keluar, kelompok orang pertama kembali padaku dan bertanya,
“bagaimana kami akan menyeberangi sungai?” Aku membawa mereka
semua. Sungai itu dangkal pada satu titik. Aku meminta mereka menyeberangi sungai dari titik itu.

Kami menyeberangi sungai dan terus berjalan ke depan dan menemukan
rumah kecil, tua dan rapuh. Ketika aku melihat rumah itu, aku berkata, “ini
adalah rumah yang sama tempat aku dilahirkan.” Aku memberitahu orang-orang itu untuk mencari perlindungan di rumah itu dan jika Allah ﷻ menghendaki, semuanya akan baik-baik saja.

Orang-orang itu masuk ke dalam rumah itu. Aku berkata kepada mereka bahwa kita perlu memperkuat rumah ini dan kita perlu melindunginya dari bawah tanah juga sehingga bencana tidak menimpa rumah ini dan merusaknya. Allah ﷻ pasti akan membantu kita.

Lalu aku kembali karena ada beberapa rumah lain juga. Aku memberi tahu
orang-orang di rumah-rumah itu dan dua rumah besar untuk keluar dan pergi
menuju rumah itu di seberang sungai. Orang-orang itu mulai menuju rumah
kecil dan tua itu satu per satu. Setelah ini, adegan dalam mimpi dipercepat
(seperti fast forward).
Aku tidak ingat apa yang terjadi selama waktu itu. Kemudian ketika adegan
menjadi normal kembali, aku mendapati diriku di depan pintu sebuah rumah.
Aku merasa musibah itu telah hilang dan orang-orang yang diselamatkan semuanya ada di rumah ini.

Ketika aku masuk ke dalam rumah, aku menemukan bahwa ia telah berubah
sepenuhnya. Aku menjadi sangat terkejut dan berkata bahwa ini adalah
rumah yang sama yang dibangun oleh Nabi Muhammad ﷺ. Dan rumah inilah
yang kucari dalam mimpiku.
Allah ﷻ telah mengembalikan rumah ini kepada kita melalui belas kasih-Nya
dan aku menjadi sangat bahagia. Rumah ini jauh lebih besar dari dua rumah itu.

Aku berjalan-jalan di rumah ini dan menemukan bahwa ada kedamaian dan
kemakmuran di mana-mana. Aku memasuki ruangan yang sangat besar di
sana. Dan aku melihat bahwa banyak orang duduk bersama untuk berbicara
satu sama lain.

Muslim dari seluruh dunia dengan berbagai bahasa dan budaya berkumpul di
sana. Aku melihat mereka dan berpikir bahwa sebelum bencana, orang-orang
ini bahkan tidak ingin melihat satu sama lain. Dan sekarang mereka
berkumpul di satu tempat dan berbicara satu sama lain seolah mereka benar-benar saudara. Mereka saling menghibur dan memperlakukan satu sama lain
dengan rasa menghargai dan penghormatan yang tinggi.

Kemudian seorang pria muda memasuki ruangan, dia terlihat akrab dan aku
merasa seperti aku telah melihatnya sebelumnya. Kemudian aku berpikir
bahwa penampilannya mirip dengan anak yang aku temui di rumah itu di
Timur Tengah.

Selama ini pemuda itu juga menatap aku dan mulai berbicara kepadaku. aku berkata kepadanya, “aku bertemu dengan seorang anak dan kamu sangat mirip dengannya. Aku teringat anak itu setelah melihatmu.” Dia berkata padaku, “aku adalah anak itu.”
Aku menjadi terkejut dan memanggilnya dengan namanya dan bertanya
kepadanya, “apakah kamu benar-benar anak yang sama?” Dia menjawab,
“ya, aku adalah anak yang sama yang Anda temui (beberapa waktu lalu).”

Aku berkata kepadanya, “kamu sudah dewasa sekarang.” Dia berkata, “ya,
aku sudah dewasa sekarang dan aku sangat senang melihat Anda.” Aku berbicara dengannya untuk beberapa waktu dan setelah melihat ini aku terhanyut dalam diriku.
Lalu aku duduk di suatu tempat di ruangan itu.

Aku masih memegang erat
barang-barang yang Allah ﷻ berikan kepadaku. Aku berkata pada diri
sendiri, “bertahun-tahun telah berlalu dalam kekacauan dan aku bahkan
tidak menyadarinya. Saat itu pemuda ini masih anak-anak. Setelah bertahun-tahun, aku akhirnya punya waktu untuk bernapas lega dan melihat masa-masa damai dan makmur ini.”

Ya Allah! Ketika aku melihat dinding rumah ini. Aku merasa seolah-olah ia sangat kuat dan tidak ada yang bisa meruntuhkannya. Berkah dan rahmat
Allah ﷻ turun seperti hujan ke atas dinding dan atap rumah ini. Kemudian aku pikir, “sekarang tidak banyak waktu tersisa. Segera kita akan bertemu dengan Allah ﷻ, Rabb seluruh alam!”