Kamis, 16 April 2020

KABAR GEMBIRA UNTUK IMRAN KHAN

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Assalamu’alaikum! 

Saya melihat mimpi ini pada 6 maret 2020 saya akan menyampaikan mimpi ini secara ringkas. Saya melihat Imran Khan tidak berhasil seperti yang dia janjikan saat pemilu. Karenanya, negara dalam keadaan lebih sulit. Sekarang rakyat mejadi lebih marah dari sebelumnya. Tekanan dari pihak oposisi menjadi lebih besar. Bawahan partai dan pihak koalisi semakin menekan dia. Kebijakan negara yang gagal menyebabkan lebih banyak masalah bagi negara.

Karena ini Imran Khan menjadi kesal dan berkata "Jika ada yang lebih baik dibandingkan saya sebagai perdana mentri, silahkan maju kedepan" dalam kemarahannya Imran Khan meninggalkan tempat itu. Dan dia berkata pada dirinya sendiri bahwa apa yang telah aku lakukan keadaku fakta palsu dan orang salah telah tunjukan. Hal seperti itu juga dapat tetjadi kepada siapapun. Melihat semua ini saya memutuskan untuk berbicara dengan Imran Khan. Dan saya akhirnya pergi, saat sampai dirumah Imran Khan. Saya mendapat kesempatan untuk berbicara dengannya.

Sayapun mulai menceritakan mimpi-mimpi saya padanya. Dan saya berkata kepadanya bahwa telah ditunjukan  dalam mimpi
saya bahwa  Anda tidak akan berhasil seperti yang Anda inginkan.
Imran Khan tersenyum melihatku dan berusaha menghindar. Saya lalu mengatakan kepadanya bahwa saya juga  melihat mimpi sebelum ini. Bahwa Anda mendapat banyak permasalahan secara serentak. Anda akan mendapatkan tekanan dari partai Anda sendiri dan juga dari partai koalisi. Saya sudah mengunggah semua itu di media sosial sebelum ini dan Anda dapat melihatnya disana. Kemudian Imran Khan mulai mendengarkan saya dengan serius dan saya berkata kepadanya "semua mimpiku yang terbukti  benar adalah tanda dari Allah (ﷻ) kepada orang untuk memberi kabar gembira".
"jika mimpi saya benar tentang Imran Khan, Maka mimpi yang lain tentang Islam, Kebangkitan Pakistan, Ghazwa-Ehind, dan mimpi tentang perang dunia ke 3 juga pasti benar". Karena itu, kebahagiaan mulai muncul di wajah Imran Khan. Dan dia mulai mendengarkan saya dengan serius. Dan saya memberi tahu kepadanya bahwa lebih banyak lagi, mimpi tentang Islam dan kebangkitan Pakistan. Dan mimpi itupun berakhir disana.